87. AL JAMI’ (Dzat Yang Maha Menghimpun) Allah Ta’ala akan menghimpun manusia diakhirat kelak sama dengan orang-orang yang satu golongan didunia. Hal ini bisa dijadikan sebagai barometer, kepada siapa kita kumpul didunia itulah yang akan menjadi teman kita diakhirat. Akan tetapi Jami’Nya Allah Ta’ala disini letaknya dihati bukan difisik. Walaupun kita berjauhan secara fisik akan tetapi hati kita terhimpun, maka diakhirat kelak kita juga akan terhimpun dengan mereka. Begitupun juga sebaliknya walaupun kita berdekatan secara fisik akan tetapi hati kita jauh, maka kita juga tidak akan berkumpul dengan mereka. Oleh sebab itu apabila didunia hati kita terhimpun dengan orang-orang yang selalu memperturutkan hawa nafsu, maka diakhirat kelak kita akan berkumpul dengan mereka didalam neraka. Karena orang-orang yang selalu memperturutkan hawa nafsu tempatnya adalah dineraka. Begitupun juga sebaliknya apabila kecenderungan hati kita terhimpun dengan orang-orang yang beriman, bertaqwa dan orang-orang sholeh, maka diakhirat kelak kita juga akan terhimpun dengan mereka. Karena tidaklah mungkin orang-orang beriman hatinya terhimpun dengan orang-orang kafir dan orang-orang kafir juga tidak mungkin terhimpun dengan orang-orang beriman. Sesuai Surat Al Mujaadilah (58) : 22 22. Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itu adalah golongan yang beruntung. Dari Anas bin Malik r.a katanya, bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah SAW : “Kapankah kiamat itu tiba?” Rasulullah SAW bersabda : “Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya?” Lelaki itu menjawab : “Cinta Allah dan Rasul-Nya”. Rasulullah SAW bersabda : “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai”. (Shahih Muslim). Dari Abdullah bin Masud r.a katanya, bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata : “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum, namun dia belum dapat bertemu dengan mereka?” Rasulullah SAW menjawab : “Seorang akan bersama orang yang dicintai”. (Shahih Muslim). Akan tetapi jami’ ini tidak bisa kita paksakan. Walaupun kita paksakan terjami’ dengan orang-orang yang baik, niscaya tidak akan bisa jika tidak ada keinginan dan upaya untuk menjadi orang baik. Karena yang menyatukan hati adalah Allah Ta'ala. Oleh sebab itu disurat Al Anfaal (8) : 62 Allah Ta'ala menjelaskan : 63. Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Oleh sebab itu yang menjadi tugas kita adalah bagaimana bisa menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Ta'ala, sehingga Allah Ta'ala akan menghimpunkan kita dengan orang-orang sholeh didunia dan diakhirat. Surat An Nisa’ (4) : 69 69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Yaitu Nabi-Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Diakhirat nanti, orang-orang yang durhaka akan memasuki neraka dengan berombongan, begitupun juga dengan orang-orang yang sholeh, juga akan memasuki syurga dengan berombongan pula. Sesuai surat Az Zumar (39) : 71 – 73 71. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan Pertemuan dengan hari ini?" mereka menjawab: "Benar (telah datang)". tetapi telah pasti Berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. 72. Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. 73. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". Dalam satu kisah diceritakan : “Ada seorang pembantu Rasulullah SAW yang badannya kurus kering gara-gara memikirkan nasibnya nanti diakhirat, apakah bisa berkumpul dengan Rasulullah apa tidak? Dia berpikir bahwa Rasulullah SAW pasti masuk syurga yang paling tinggi, sedangkan dirinya belum tentu bisa masuk syurga, sehingga dia tidak enak tidur dan tidak enak makan sampai badannya kurus kering. Hal ini dikarenakan kecintannya kepada Rasulullah SAW yang begitu mendalam. Melihat pembantunya badannya kurus, Beliau bertanya : “Kenapa badanmu kurus?”. Pembantunya menjawab : “Wahai yaa Rasul, engkau adalah utusan Allah Ta’ala yang pasti masuk syurga, sedangkan aku hanyalah seorang pembantu. Apakah aku nanti bisa berkumpul dengan engkau disyurga? Lalu Rasulullah SAW bertanya: “Apakah engkau mencintaiku?” Jawabnya : “Ya, melebihi diriku sendiri”. Rasulullah SAW menjawab : “Allah Ta’ala akan menghimpunkan seseorang dengan orang-orang yang dicintainya”. A. Sisi Tafakkurnya Didalam hati kita siapa-siapa orang yang kita cenderung ingin selalu dekat dan siapa-siapa yang kita ingin selalu jauh? Setelah itu baru kita kategorikan beriman atau tidak. Dengan kata lain Allah telah menjami’kan kita kepada siapa? Apakah kepada orang-orang yang taat kepadaNya atau kepada orang yang durhaka kepadaNya? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hambaMu yang sholeh, sehingga kami dapat berkumpul bersama-sama orang-orang yang sholeh baik didunia maupun diakhirat. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa Allah Ta'ala akan menghimpun manusia diakhirat kelak sesuai dengan golongannya didunia. Sehingga dia sangat takut jika terhimpun dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu dan selalu berbuat durhaka kepada Allah Ta'ala. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia selalu berfikir bagaimana dirinya bisa beriman dan bertaqwa kepada Allah Ta'ala, sehingga bisa terhimpun dengan orang-orang sholeh didunia dan diakhirat. Sehingga dia selalu memperhatikan hatinya, kepada siapa hatinya terhimpun? Jika hatinya terjami’ dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu atau orang-orang yang mengingkari hukum-hukum Allah Ta'ala, maka dia sangat khawatir. Setelah itu dia berusaha memperbaiki hubungannya dengan Allah Ta'ala, agar bisa terhimpun dengan orang-orang yang baik. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami terhindar dari berkumpul dengan orang-orang yang ingkar kepada-Mu dan mendustakan Rasul-Mu. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila dia telah berusaha menjadi orang yang beriman dan bertaqwa, dan diapun telah berdo’a agar dihimpunkan dengan orang-orang yang beriman dan bertaqwa, maka masalah hasilnya dia serahkan kepada Allah Ta'ala. Karena dia yakin dengan janji Allah Ta'ala bahwa apabila dia beriman dan bertaqwa, maka akan dikumpulkan dengan orang-orang sholeh didunia dan diakhirat. G. Sikap Orang Mukhlis Didalam hidup ini bisa saja dia belum terjami’ dengan orang-orang sholeh. Akan tetapi dia terima dengan ikhlas. Karena dengan itu dia bisa mengintrospeksi diri, kemudian dia lebih bersungguh-sungguh lagi mengupayakan keimanan, ketaqwaan dan akhlaq yang mulia, sehingga dia bisa terjami’ dengan orang-orang yang sholeh. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Jami’ Apabila sudah menjadi kholifah, ia tidak akan mau berkumpul dengan orang-orang yang menentang Allah Ta’ala dan RasulNya walau apapun resikonya. Dan kondisi jami’nya hati inipun akan membawa kondisi jasadnya yang akan selalu berkumpul dengan orang-orang yang dekat kepada Allah Ta’ala. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Jami’ Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk mengajak manusia menjadi orang-orang yang sholeh. Sehingga manusia dapat mengetahui bahwa seungguhnya Engkau akan mengumpulkan manusia sesuai dengan amal perbuatan yang mereka lakukan didunia ini, begitu pula Engkau akan mengumpulkan mereka diakhirat.