83. AR RA’UF (Dzat Yang Maha Memberi Rahmat) Bagi orang-orang yang akan memasuki syurga diakhirat kelak, maka terlebih dahulu Allah Ta'ala akan memberikan ketenangan jiwa didalam kehidupan dunia. Sedangkan siapa orangnya yang mendapatkan ketenangan jiwa didunia dan masuk syurga diakhirat? Yaitu orang-orang yang beriman, bertaqwa dan memiliki akhlaq yang mulia. Dengan kata lain bagi orang-orang yang beriman, bertaqwa dan memiliki akhlaq yang mulia, maka Allah Ta’ala akan memberikan ketenangan jiwa. Karena segala permasalahan hidupnya akan dia kembalikan dan dia sandarkan kepada Allah Ta’ala. Dan diakhirat kelak mereka akan mendapatkan syurga yang penuh kenikmatan. Kesenangan dengan ketenangan itu sungguh berbeda. Karena kesenangan itu letaknya dihawa nafsu sedangkan ketenangan letaknya dihati. Orang-orang yang mengikuti hawa nafsu kelihatannya memang senang, tetapi hatinya tidak akan pernah tenang. Dan kesenangan itupun hanya sesaat tidak untuk selamanya. Akan tetapi bagi Dia dan beramal sholeh, maka hidupnya akan selalu tenang dan diakhirat dia akan masuk syurga. Karena yang dipanggil oleh Allah Ta’ala untuk memasuki syurgaNya adalah orang-orang yang memiliki ketenangan jiwa. Firman Allah dalam Surat Al Fajr (89) : 27 - 30 27. Hai jiwa yang tenang, 28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. 29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, 30. Masuklah ke dalam syurga-Ku. Akan tetapi bagi orang-orang yang tidak beriman dan tidak bisa mengembalikan segala permasalahannya kepada Allah Ta’ala, maka hidupnya akan selalu gelisah dan menderita. Dan apabila didunia ini jiwanya selalu gelisah, maka diakhirat kelak juga akan gelisah dan menderita. Oleh sebab itu apabila kita ingin mengetahui dimana tempat kita nanti, bisa kita lihat diri kita sekarang. Apabila kita memiliki ketenangan jiwa, maka tempat kita adalah syurga. Akan tetapi apabila hati kita selalu gelisah, maka tempat kita nanti adalah neraka. Oleh sebab itu hendaknya kita bersungguh-sungguh untuk mencari ketenangan jiwa. Pada dasarnya semua manusia didunia ini mencari ketenangan jiwa. Bisa dengan mencari harta yang banyak, ilmu yang tinggi, jabatan dan lain sebagainya. Akan tetapi semua itu tidak bisa membuat hati menjadi tenang dan tentram. Bahkan semua itu apabila dipakai untuk kebutuhan hawa nafsu justru akan menjadikan gelisah dan hisabnya menjadi berat diakhirat kelak. Karena untuk mendapatkan ketenangan jiwa hanya dengan satu cara yaitu dengan mengingat Allah Ta’ala. Sesuai Surat Ar Ra’d (13) : 28 28. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Seseorang bisa mengingat Allah Ta’ala dan mengembalikan segala urusan kepadaNya (bertawakkal), apabila dia telah mengenal dan beriman kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Apabila seseorang tidak mengenal dan beriman kepada Allah Ta’ala, mana mungkin bisa ingat kepadaNya? Dan apabila seseorang dalam hidupnya tidak ingat kepada Allah Ta’ala, maka selamanya tidak akan mendapatkan ketenangan jiwa. Dan apabila didunia ini hidupnya tidak tenang, maka diakhirat kelak dia akan termasuk orang-orang yang celaka. Yang dinamakan ketenangan jiwa disini adalah masalah kehidupan dunia (kehidupan berdasarkan hawa nafsu). Seperti tenang masalah makan, tenang masalah penghidupan, tenang masalah rizki dan lain sebagainya. Karena semuanya bisa dia kembalikan dan sandarkan kepada Allah Ta’ala. Akan tetapi kalau masalah akhirat (masuk syurga atau neraka) kita semua harus khawatir. Khawatir dosa yang begitu banyak, sudah diampuni oleh Allah atau belum? Amal-amal yang begitu sedikit dan tidak sempurna, sudah diterima atau belum oleh Allah Ta'ala? Sudah cukup atau belum untuk bekal akhirat? Sehingga bisa membuat kita lebih bersungguh-sungguh untuk bertaubat, memperbaiki diri dan beramal sholeh. Apabila seseorang tenang dengan masalah akhirat, justru inilah yang berbahaya. Oleh sebab itu apabila kita khawatir dengan kehidupan dunia (kehidupan berdasarkan hawa nafsu) pasti tidak khawatir dengan kehidupan akhirat. Begitu sebaliknya apabila kita khawatir dengan kehidupan akhirat, maka kita akan tenang dengan kehidupan dunia. Allah Ta'ala berfirman didalam hadits qudsi : “Wahai dunia, tunduklah kamu kepada orang-orang yang mencintai-Ku dan buatlah sibuk orang-orang yang mencintaimu”. Oleh sebab itu jika kita mencintai dunia, maka kita akan dibuat sibuk dan pusing. Sehingga tidak punya waktu untuk mengingat Allah Ta'ala. A. Sisi Tafakkurnya Sudahkah jiwa kita tenang tentang masalah duniawi? dan khawatir tentang masalah kehidupan akhirat? dan seberapa banyak kita memikirkan tentang kehidupan duniawi, dan seberapa banyak kita memikirkan tentang kehidupan akhirat? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hambaMu yang selalu mengingat Engkau, sehingga jiwa kami menjadi tenang karenanya. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa apabila dia beriman dan beramal sholeh, maka Allah Ta'ala akan memberikan ketenangan jiwa didalam kehidupan dunia dan memberikan syurga diakhirat kelak. Dan dia juga yakin bahwa hanya dengan mengingat Allah Ta'ala hatinya akan menjadi tentram. D. Sikap Orang Bertaqwa Didalam hidup dia selalu menjaga agar hatinya selalu tenang. Dan apabila hatinya gelisah tentang duniawi, baik masalah harta, kehidupan, dan lain sebagainya, maka dia segera mencari penyebabnya. Apakah keimanannya yang kurang atau ketaqwaannya yang kurang, ataukah hawa nafsunya yang belum bisa terkendali? Setelah itu dia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memahami, meyakini dan mentafakkuri Asma’-Asma’ Allah Ta'ala yang belum dia yakini yang membuat hatinya gelisah. Dia tidak pernah mencari ketenangan dengan hal-hal duniawi. Karena dia tahu bahwa harta, ilmu, tenaga, kekuasaan dan lain sebagainya tidak dapat menjadikan hatinya tentram. Akan tetapi yang bisa membuat hatinya tentram adalah dengan banyak mengingat Allah Ta'ala. Oleh sebab itu dia selalu berusaha untuk banyak-banyak mengingat Allah Ta'ala didalam hidup ini. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami tidak banyak terpengaruh dengan kehidupan dunia yang bisa menjadikan jiwa kami gelisah. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila dia telah beriman, beramal sholeh dan selalu mengingat Allah Ta'ala, maka masalah ketenangan jiwa dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala seraya berdo’a agar Allah Ta'ala selalu membimbingnya untuk selalu mengingat-Nya. G. Sikap Orang Mukhlis Apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya, dia terima dengan ikhlas. Apabila hatinya belum bisa tenang, maka dia akan berusaha untuk selalu mengingat Allah Ta'ala. Dan apabila hatinya sudah tenang, diapun akan menambah lagi sehingga bisa bertambah ketenangan didalam hatinya. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Ar Ra’uf Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia selalu merasa tenang dalam hidupnya akibat dari amal ibadah dan amal sholeh yang ia kerjakan, serta selalu mengingat Allah Ta'ala. Kemudian terhadap sesama manusia, ia selalu memberikan ketenangan jiwa kepada orang-orang yang melakukan kebaikan dengan mengingatkan kepada mereka tentang janji-janji Allah Ta'ala yang akan mereka peroleh diakhirat kelak berupa syurga yang penuh kenikmatan. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Ar Ra'uf Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu didalam memberikan ketenangan jiwa kepada manusia, yaitu dengan mengingatkan mereka tentang janji-janjiMu diakirat kelak bagi orang-orang yang tidak mementingkan kehidupan dunia. Agar mereka dapat melihat bahwa sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang menjadi tujuan manusia, bukan kehidupan dunia.