78. AL MUTA’ALY (Dzat Yang Maha Tinggi) Apabila Allah Ta’ala telah menundukkan alam ini kepada diri kita seperti harta, kendaraan, pakaian dan lain sebagainya, maka jangan sekali-kali kita merasa sombong. Karena Allah-lah Dzat Yang Maha Tinggi dan hanya Dia yang berhak untuk ditinggikan. Pada dasarnya semua yang kita miliki adalah karena ditundukkan oleh Allah Ta'ala kepada kita, sebagai sarana atau titipan dari Allah Ta’ala yang harus kita gunakan untuk melakukan keta’atan kepadaNya. Dan apapun yang ditundukkan Allah Ta'ala pasti ada yang banyak dan ada yang sedikit. Mungkin dari segi harta kita banyak tetapi dari segi ilmu mungkin sedikit. Begitu juga dengan yang lain. Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita menjadi sombong. Karena jika Allah Ta'ala menghendaki, seketika juga bisa mengambil titipan-Nya tersebut dan dialihkan kepada orang lain. Dan dihari akhir nanti semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah Ta’ala. Karena sekecil apapun pemberian-pemberian Allah Ta'ala didunia ini akan dimintai pertanggung jawabannya diakhirat kelak. Alam ini sangat tunduk dan patuh kepada Allah Ta’ala serta selalu bertasbih dan memuji Allah Ta'ala. Oleh sebab itu mereka sangat senang kepada orang-orang yang ta’at kepada Allah. Semakin ta’at seseorang kepada Allah maka semakin tunduk alam ini kepadanya. Sehingga apabila ada orang yang ta’at kepada Allah meninggal dunia, sebelum keluarganya menangis terlebih dahulu yang menangis adalah tempat yang selama ini digunakan untuk melakukan keta’atan kepada Allah. Karena ia merasa tidak ada lagi yang melakukan keta’atan diatas punggungnya. Bagaimana mimbar Rasulullah menangis ketika beliau menyampaikan khutbah disaat pulang selesai haji wada’. Oleh sebab itu apabila kita melakukan terasa berat maka niat kita karena nafsu bukan karena Allah. Karena makhluq-makhluq yang lain tidak ikhlas. Alam ini (tubuh, pakaian, kendaraan, tempat tinggal dan lain sebagainya) menangis jika kita pakai untuk kesombongan dan kedurhakaan. Oleh sebab itu badan (tubuh) ini lebih senang sakit apabila sehat kita pakai untuk kefasikan. Jadi jangan kita pikir bahwa alam ini benda mati. Semua adalah makhluq hidup yang selalu patuh dan memuji Allah. Surat Al An'aam (6) : 38 38. Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. Dan Surat An Nuur (24) : 41 41. Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. Semua yang ada dialam ini akan dihadirkan oleh Allah untuk menjadi saksi atas segala perbuatan manusia. Apabila mereka benda mati mana mungkin bisa menjadi saksi? Bahkan andaikata kita melakukan kejahatan walaupun tidak ada yang melihat maka kulit kita akan menjadi saksi. Surat Fush Shilat (41) : 20, 21 20. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. 21. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan". Ada pertanyaan kenapa orang-orang fasik seperti dukun, para normal dan lain sebagainya seoalah-olah alam ini juga tunduk? Sebetulnya alam ini tidak mau tunduk karena hal itu hanya tipuan belaka. Sebagai contohnya orang yang mengambil pesugihan. Ia kelihatannya kaya raya tetapi tidak boleh makan enak, tidak boleh pakaian bagus, tidak boleh naik mobil dan lain sebagainya. Jadi percuma punya harta banyak tetapi tidak bisa menikmatinya. Ini adalah bukti bahwa alam tidak tunduk kepadanya. A. Sisi Tafakkurnya Berapa banyak yang dapat kita lakukan sehingga membuat kita menjadi sombong? dan berapa banyak yang kita sadari bahwa apapun yang dapat kita lakukan (bisa melakukan kebaikan atau menolak kejahatan) adalah karena pertolongan Allah? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hambaMu yang selalu meninggikan Engkau. Karena segala sesuatunya hanya dapat kami lakukan adalah dengan mempergunakan apa-apa yang Engkau titipkan kepada kami. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa kebaikan apapun yang dapat dia lakukan semata-mata karena Allah Ta'ala yang menundukkan. Jika Allah Ta'ala tidak menundukkan alam ini, maka dia tidak mampu berbuat apa-apa sedikitpun. Oleh sebab itu dia sangat yakin bahwa yang berhak ditinggikan hanya Allah Ta'ala. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia sangat meyakini bahwa apapun yang dia miliki adalah titipan Allah Ta'ala yang ditundukkan kepadanya untuk membantunya didalam melakukan amal ibadah atau amal sholeh. Oleh sebab itu sedikitpun dia tidak menjadi sombong, riya’ dan tidak merendahkan orang lain. Karena dihari akhir nanti semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah Ta’ala. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami tidak merasa bahwa sesungguhnya pemberian-Mu itu adalah milik kami, karena sesungguhnya semua itu hanyalah amanah yang Engkau titipkan kepada kami. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila dia telah menggunakan benda-benda yang ada dialam ini untuk melakukan ketaqwaan, maka dia-pun berserah diri kepada Allah Ta'ala. Apa-apa yang telah ditundukkan oleh Allah Ta'ala kepada dirinya dia gunakan untuk melakukan amal-amal sholeh. Setelah itu dia sangat berharap Allah Ta'ala menambah lagi titipan-Nya, sehingga dia bisa lebih banyak lagi melakukan amal-amal sholeh. G. Sikap Orang Mukhlis Apakah Allah Ta'ala akan menambah titipan-Nya atau mengurangi, dia terima dengan ikhlas. Apabila dia melakukan kebaikan, semata-mata hanya mengharapkan keridhoan Allah Ta'ala. Sedikitpun dia tidak pernah mengharapkan pujian atau ditinggikan manusia. Bahkan apabila ada orang lain yang memujinya, dia sangat malu. Karena dia menyadari bisa melakukan kebaikan adalah karena pertolongan dan izin Allah Ta'ala. Dan apabila ada orang lain yang menghinanya, dia terima dengan ikhlas. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Muta’aliy Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia tidak pernah merasa sombong dengan apa yang dapat ia lakukan berupa amal ibadah atau amal sholeh. Karena ia merasa bisa melakukan semua itu Allah yang memerintahkan makhluk-makhluk-Nya yang lain untuk membantunya. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Muta’aliy Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk memperingatkan orang-orang yang sombong, karena tidak layak bagi mereka untuk menjadi sombong. Dan apapun yang dapat mereka lakukan dalam perbuatan mereka semua itu adalah karena pemberian-Mu. Sehingga manusia dapat melihat bahwasannya kesombongan itu adalah dosa yang sangat besar yang akan menjerumuskan mereka kedalam neraka.