75. AD DZOHIR (Dzat Yang Maha Nyata) 76. AL BATHIN (Dzat Yang Maha Tersembunyi) Apabila seseorang telah dapat mengenal Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya, maka orang tersebut akan dapat melihat Allah Ta’ala secara nyata. Bukan secara kasat mata tetapi nyatanya sifat dan perbuatan Allah Ta’ala. Dalam hal ini sebetulnya untuk mengenal Allah Ta’ala yang harus kita ketahui adalah : 1. Dzat Allah Ta’ala 2. Sifat Allah Ta’ala 3. Perbuatan Allah Ta’ala Ketiga hal ini jangan ada satupun yang tertinggal dalam pengenalan kepada Allah Ta’ala. Karena apabila kita tidak faham, maka mengakibatkan kita akan rancu dalam pemahaman tentang Allah Ta’ala. 1. Dzat Allah tidak dapat kita lihat, tetapi kita diperintahkan untuk meyakini. Disinilah sebetulnya titik yang paling berat. Karena kita diperintahkan menyakini sesuatu yang tidak nampak. Akan tetapi apabila kita bisa meyakini dengan benar, maka akan mendapat ampunan dan pahala. Sesuai dengan surat Al Mulk (67) : 12 12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. Sebetulnya bukannya Allah tidak mau menampakkan diriNya, akan tetapi sang hamba yang tidak mampu. Hal ini pernah dibuktikan oleh Nabi Musa, yang diterangkan disurat Al A'raaf (7) : 143 143. Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, Maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". tatkala Tuhannya Menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, Dia berkata: "Maha suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". Oleh sebab itu yang harus kita yakini adalah : “Allah itu ada tetapi tidak nampak oleh kasat mata”. Disinilah pada saat syeh Abdul Qodir jaelani bertafakkur, datanglah iblis yang menjelma sinar cahaya dan mengaku sebagai Allah dan berkata, “Wahai imam hari ini telah kubebaskan aturan-aturanku, dan telah aku halalkan semua yang haram”, dan beliau langsung mengatakan : “Wahai iblis yang dilaknati Allah, janganlah kau menipuku. Hal ini dikarenakan beliau benar-benar kenal kepada Allah, sehingga tidak dapat ditipu oleh iblis. 2. Sifat-sifat Allah. Kita bisa melihat nyataNya Allah lewat sifat-sifatNya. Apabila kita tidak mengenal dzat Allah seperti tadi dan tidak mengetahui sifat-sifat Allah, maka akan ada unsur-unsur lain yang akan menggiring kita kepada kemusyrikan. Sifat-sifat Allah bisa kita rasakan didalam jiwa kita. 3. Perbuatan-perbuatan Allah seperti Allah maha menciptakan, Allah maha memberi rizki adalah contoh perbuatan Allah kepada hambaNya. Apabila kita sudah mengenal sifat dan perbuatan Allah, baru kita bisa merasakan bahwa Allah itu Nyata. Begitupun juga dengan sebaliknya apabila kita tidak mengenal Allah, apapun yang dapat kita lakukan kita merasa karena kepandaian dan kepintaran sendiri. Sehingga Allah itu tersembunyi. Apabila kita telah meyakini tentang ketiga hal diatas, baru kita dikatakan sebagai orang yang beriman. Sehingga apapun yang Allah perintahkan dan Allah larang akan kita patuhi. Oleh sebab itu dikatakan disini Adh Dhohir, berarti kita hanya bisa melihat Allah lewat sifat dan perbuatanNya. Selanjutnya Al Bathin adalah bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah, sehingga ia tidak tahu apakah ini perbuatan Allah atau perbuatan dirinya sendiri. Disini bisa kita perhatikan apabila kita merasa mampu dengan diri sendiri, maka selamanya Allah itu akan tersembunyi. Sehingga tidak nampak baginya kebesaran-kebesaran Allah dan kemurahan-kemurahan Allah. NyataNya Allah secara Dzat tidak mungkin bisa kita lihat, karena dunia ini adalah alam fana’ yang pasti akan hancur. Akan tetapi Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman, bertaqwa, yang memurnikan keta’atan hanya kepada Allah dan mencintai Allah dan rasulNya melebihi dirinya sendiri akan dapat menatap Allah nanti diakhirat. Surat Al Qiyaamah (75) : 22, 23 22. Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. 23. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. Nyata-Nya Allah bisa dirasakan didunia bagi orang-orang yang sudah kenal dan yakin dengan sifat dan perbuatan Allah yang terangkum didalam Asma’ul Husna. Akan tetapi bagi orang-orang yang tidak kenal dan yakin dengan sifat dan perbuatan Allah dan bersandar pada kemampuan dirinya sendiri, maka selamanya Allah tidak nampak (tersembunyi). Allah mengajarkan kalimat “Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Bilaahil ‘Aliyyil ‘Adziim” dengan tujuan agar diriNya nyata oleh manusia. Bagi orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan, maka kepandaiannya, kemampuannya, tipu dayanya yang kelihatan sedangkan Allah selalu tersembunyi. Akan tetapi kebanyakan manusia justru ingin menunjukkan keberadaannya, kemampuannya, kepintarannya, kekuasannya dan lain sebagainya. Dan yang paling aneh hal ini sudah ditanamkan pada diri manusia sejak kecil. Orang tua sangat tersinggung jika anaknya tidak dihiraukan orang lain. Orang tua sangat senang jika anaknya punya prestasi yang bisa dibanggakan. Orang tua tidak merasa senang jika anaknya bisa menjadi orang yang beriman dan memiliki akhlaq yang baik. Hal ini juga didukung oleh lingkungan sehingga Allah menjadi tersembunyi. Seharusnya sebagai orang tua menanamkan kedalam hati anak-anaknya ketauhidan yang benar. “Tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah”. Makanya Rasulullah menganjurkan agar anak yang sudah berusia 7 tahun kalau tidak sholat dipukul. Hal ini agar sejak kecil sang anak terdidik dengan perintah-perintah Allah. Karena sejak kecil sang anak sudah memiliki fasik dan taqwa, sehingga apabila sejak kecil kefasikannya selalu dituruti maka akan menjadi sekutu syetan. Surat Al Israa' (17) : 64 64. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita didik anak-anak kita agar Allah tersembunyi. Jangan sekali-kali ajari dia untuk menyembah hawa nafsu. Karena sebelum aqil baligh mereka adalah amanah Allah yang harus kita didik dengan benar. Apabila sejak kecil kita didik salah maka sampai besar juga akan salah. Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Nyata dari sifat-sifat dan perbuatanNya dan Allah Ta’ala juga Dzat Yang Maha Tersembunyi. Hal ini tergantung dari hamba-hambaNya dalam mensikapinya. Apabila seseorang telah mengenal Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya sehingga dia bisa beriman dan merasa tidak punya daya upaya dan kekuatan sedikitpun kecuali atas pertolongan Allah Ta’ala, maka dia akan merasakan didalam dirinya bahwa Allah Ta’ala adalah nyata. Sehingga apapun yang terjadi dilangit dan dibumi ini dan apapun yang dapat dia lakukan, dia yakini bahwa semua itu adalah kekuasaan dan pertolongan Allah Ta’ala. Orang-orang yang seperti inilah yang bisa merasakan bahwa Allah Ta’ala itu nyata dan hatinya bisa menjadi tentram dengan selalu mengingatNya. Karena apapun yang dia lihat, dia dengar, dia katakan dan apapun yang dapat dia lakukan, dia meyakini bahwa semua itu karena izin dan pertolongan Allah Ta’ala. Setelah itu dia akan merasa malu dan takut untuk melakukan kemusyrikan, kedurhakaan-kedurhakaan dan melanggar aturan-aturanNya. Akan tetapi bagi orang-orang yang tidak kenal dengan Allah Ta’ala dan merasa punya kemampuan atau daya upaya, maka apapun yang dia lakukan merasa atas kemampuan dirinya sendiri sehingga Allah Ta’ala tersembunyi baginya. Orang seperti ini sama dengan Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan. Akan tetapi perbedaannya, jika Fir’aun secara terang-terangan sedangkan orang-orang seperti ini secara tersembunyi. Akan tetapi pada dasarnya adalah sama. Fir’aun tidak mau mengakui Allah Ta’ala sebagai Tuhannya, dia merasa mampu, pintar, berkuasa dan lain sebagainya, bahkan dia berani mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan. Begitupun juga orang-orang yang tidak kenal dan tidak beriman kepada Allah juga merasa mampu, pintar, berkuasa dan apabila melakukan atau mendapatkan sesuatu merasa atas kemampuan atau kepintarannya sendiri. Padahal sebenarnya yang namanya manusia hanya punya jiwa, tercipta dari setetes air yang hina, pada saat lahir tidak memiliki apa-apa, faqir dan lemah. Sehingga manusia bisa melihat, berkata, mendengar dan lain sebagainya itu semua adalah pemberian dan titipan Allah Ta’ala. Oleh sebab itu Allah Ta'ala mengajarkan kalimat “LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ADZIM”. Tidak ada daya upaya dan kekuatan manusia untuk menolak kemudhoratan atau mendatangkan kemanfaatan kecuali atas izin dan pertolongan Allah yang Maha Agung. A. Sisi Tafakkurnya Berapa banyak dari segala kejadian, baik nikmat atau balak yang kita sadari bahwa semua itu adalah sifat dan perbuatan Allah Ta’ala? dan seberapa banyak dari segala kejadian itu yang nampak hanyalah kemampuan diri kita sendiri atau kemampuan orang lain? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi didunia ini hanyalah datang dari-Mu. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa hanya Allah Ta'ala yang dapat memberikan manfaat dan mudhorat, sehingga apapun yang terjadi dan apapun yang dapat dia lakukan dia yakini semata-mata karena izin dan pertolongan Allah Ta'ala. Sehingga Allah Ta'ala sangat nyata didalam dirinya. Dia sangat yakin bahwa dirinya tidak punya daya upaya serta kemampuan sedikitpun untuk mendatangkan kemanfaatan atau menolak kemudhoratan. Dia yakin semua datangnya dari Allah Ta'ala atau karena perolongan dan izin Allah Ta'ala. Akan tetapi bagi orang-orang yang tidak beriman, dia merasa mampu dan pintar. Dia tidak mau meyakini bahwa apapun yang dapat dia terima atau apapun yang dapat dia lakukan adalah datangnya dari Allah Ta'ala atau karena pertolongan Allah Ta'ala. Inilah orang-orang sombong yang tidak akan pernah bisa masuk kedalam syurga. Karena dia ingin keberadaannya (eksistensinya) diakui oleh manusia. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia selalu menyadari bahwa apapun yang dia terima atau apapun yang dapat dia lakukan, semata-mata adalah datangnya dari Allah Ta'ala atau karena pertolongan Allah Ta'ala, sehingga dia tidak menjadi sombong dan riya’. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat meyakini bahwa segala sesuatu yang dapat kami lakukan bukan atas kemampuan diri kami sendiri. F. Sikap Orang Bertawakkal Sebelum melakukan sesuatu, dia selalu memohon kepada Allah Ta'ala agar ditambah kekuatan dan bimbingan untuk dapat menjalankan perintah-perintah Allah Ta'ala serta ditambah kekuatan dan kesabaran agar dapat menghindari larangan-larangan Allah Ta'ala. Kemudian apakah dia bisa melakukan kebaikan itu atau tidak, dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Dia sangat yakin bahwa cukuplah Allah Ta'ala sebagai penolong dirinya. Karena Allah Ta'ala berjanji bahwa Allah Ta'ala sebagai penolong orang-orang beriman. G. Sikap Orang Mukhlis Yang penting dia telah berusaha, berdo’a dan bertawakkal untuk melakukan kebaikan. Kemudian apakah Allah Ta'ala mengizinkannya atau tidak, semua itu dia terima dengan ikhlas. Dan apabila Allah Ta'ala mengizinkannya dapat melakukan kebaikan, maka dia yakin bahwa semua itu karena pertolongan dan izin Allah Ta'ala. Dan apabila dia terlakukan dosa, sedikitpun dia tidak menyalahkan siapapun. Akan tetapi dia menyadari karena kebodohan dan kelemahannya sendiri. Apapun yang dikehendaki Allah Ta'ala akan dia terima dan dia yakini bahwa semua itu adalah pertolongan Allah Ta'ala. Dia tidak pernah merasa atas kemampuan dirinya sendiri. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Ad Dzohir Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia akan selalu menyatakan bahwa Allah itu seperti ini, dan ia akan buktikan bahwa apabila kita memohon pasti Allah beri. Jadi dalam hidupnya apapun yang dapat ia lakukan ia tidak pernah merasa atas kemampuan dirinya sendiri, melainkan ia yakini semuanya atas pertolongan Allah. Dan apabila gagal maka ia akan salahkan dirinya sendiri dan dijadikan sebagai bahan untuk memperbaiki diri, karena ia yakin bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Ad Dhohir Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk mengingatkan manusia bahwa segala sesuatu yang dapat mereka lakukan hanyalah pertolongan dari-Mu, sehingga mereka dapat melihat bahwa apapun yang dapat mereka lakukan tidak akan pernah dapat terjadi kecuali atas izin-Mu. J. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Bathin Apabila ia sudah menjadi kholifah, maka apabila ada orang-orang yang tidak melihat keberadaan atau nyatanya Allah, maka ia akan memperingatkan orang-orang tersebut. Bahwa jika mereka melakukan seperti itu terus akan ada peringatan atau azab dari Allah. Sehingga orang lain akan melihat keberadaan Allah Ta’ala. K. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Bathin Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk mengingatkan manusia bahwa sesungguhnya apa yang dapat mereka lakukan bukanlah hasil kemampuan mereka sendiri, sehingga mereka dapat melihat bahwa sesungguhnya manusia tidak dapat melakukan apapun kecuali atas pertolongan-Mu.