60. AL MU’ID (Dzat Yang Maha Mengembalikan) Setelah Allah Ta'ala memisahkan antara orang-orang yang baik dan orang-orang yang buruk, dan masing-masing mereka menempati tempatnya masing-masing yaitu ada yang dineraka dan ada yang disyurga, maka Allah Ta'ala akan mengembalikan semua manusia pada usia yang ideal, yaitu ± usia 25 tahun. Tidak ada yang tua dan tidak ada yang muda dan juga tidak ada yang cacat. Yang dahulunya buta, tidak punya kaki, tangan dan lain sebagainya, semua akan dikembalikan dalam keadaan utuh dan dikembalikan dalam usia remaja. Kenapa dikembalikan dalam usia remaja? Karena pada usia itulah semua organ tubuh manusia akan berfungsi dengan normal. Sehingga bagi orang-orang yang masuk syurga akan merasakan kenikmatan yang maksimal dan bagi orang-orang yang masuk neraka juga akan merasakan siksa yang maksimal. Oleh sebab itu selagi kita masih diberi oleh Allah kekuatan, kenikmatan, dan kesempatan, maka gunakanlah untuk memperoleh syurga. Maksudnya adalah selagi masih muda maka gunakanlah untuk memperbanyak amal ibadah dan amal sholeh agar nantinya memperoleh syurga. Dalam satu hadits dikatakan : “Apabila seseorang telah berusia 40 tahun, sedangkan kebaikannya tidak bisa mengalahkan kejahatannya, maka ia telah kontrak neraka”. Yang dimaksud disini adalah ni’at baik dan jelek. Artinya adalah besar mana antara niat baik dan niat jelek. Atau lebih jelas lagi antara niat keinginan kedunia (hawa nafsu) dan keinginan ke akhirat (ketaqwaan). Karena dalam diri manusia ada dua jalan yaitu fasik dan taqwa. Apakah lebih besar keinginanya kearah kefasikan atau ketaqwaan. Apabila kearah ketaqwaan maka masih ada kesempatan untuk menerima hidayah dari Allah. Dan hal ini tidak ada yang mengetahui kecuali Allah dan diri kita sendiri. Maka dari itu yang seharusnya selalu kita jaga adalah hubungan kita kepada Allah. Apakah mengikuiti fasik atau taqwa, karena percuma penilaian manusia (makhluq) jika dimata Allah kita jelek. Hal inilah gunanya shibghah dan syahadah, karena beragama ini adalah untuk diri sendiri, bukan untuk menilai dan dinilai orang lain. Sebetulnya apa-apa yang diinginkan oleh manusia didalam kehidupan ini, telah dijanjikan oleh Allah Ta'ala didalam kehidupan akhirat yaitu didalam syurga. Apabila didunia ini manusia menginginkan harta, maka diakhirat Allah Ta'ala telah menyediakan bagi orang-orang yang paling rendah kedudukannya disyurga seperti empat kerajaan didunia. Apabila didunia manusia menginginkan kekuasaan, maka disyurga Allah Ta'ala menyediakan pelayan-pelayan yang akan melayaninya. Apabila didunia manusia menginginkan kenikmatan makan (makanan yang enak-enak), maka Allah Ta'ala telah menyediakan apapun jenis makanan dan minuman yang mereka inginkan. Apabila didunia manusia menginginkan perempuan, maka Allah Ta'ala telah menyediakan bidadari yang sangat cantik, bermata jeli dan selalu perawan. Apabila didunia manusia menginginkan kesehatan, maka Allah Ta'ala telah menjanjikan bahwa disyurga tidak akan pernah sakit dan selalu merasa senang. Apabila didunia manusia selalu ingin jalan-jalan, maka disyurga adalah tempat yang paling indah. Apabila didunia manusia mencari kenikmatan tidur, maka disyurga Allah Ta'ala menyediakan tempat tidur diatas dipan-dipan. Oleh sebab itu jangan sampai kita gadaikan kenikmatan-kenikmatan disyurga dengan kenikmatan dunia yang sangat sedikit dan sebentar. Dan hendaklah kita bersabar didalam mempertahankan keimanan dan bersabar melakukan ketaqwaan-ketaqwaan kepada Allah Ta'ala, agar kenikmatan-kenikmatan disyurga yang telah dijanjikan oleh Allah Ta'ala bisa kita dapatkan. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita bersabar dalam kesusahan didunia, dan seberapa banyak kita tidak bersabar (berkeluh kesah) atas kesusahan didunia? Padahal bersabar dalam kehidupan didunia akan membuat kebahagiaan didalam kehidupan diakhirat. Sedangkan orang-orang yang tidak bersabar dengan kesusahan didunia, akan menderita didalam kehidupan akhirat. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sabar dalam menerima segala apapun yang telah Engkau tentukan bagi kami didalam kehidupan dunia ini. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa didalam syurga tidak ada sakit, tidak ada kesusahan, tidak ada kekurangan, tidak ada kepayahan, tidak ada keletihan, tidak ada kata-kata yang tidak bermanfaat. Akan tetapi didalam neraka tidak ada kebahagiaan atau kesenangan walau sedikitpun dan tidak ada waktu untuk beristirahat dari menerima siksaan. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia didalam hidupnya didunia ini apabila menerima segala sesuatu akan bersabar. Diberi sakit dia bersabar, karena dia yakin disyurga tidak ada rasa sakit. Diberi kekurangan dia bersabar, karena dia yakin disyurga tidak ada kekurangan. Diberi kesusahan dia bersabar, karena dia yakin disyurga tidak ada kesusahan. Dicemooh orang lain dia bersabar, karena dia yakin disyurga tidak ada kata-kata jelek. Dia semakin bertambah usianya, maka semakin bertambah ketaqwaannya. Didalam salah satu Hadits dijelaskan, bahwa seorang sahabat bertanya : "Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?" Rasulullah SAW menjawab : "Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya". Dia bertanya lagi : "Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?" Rasulullah SAW menjawab : "Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya". (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na'im) E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat meyakini bahwasannya segala sesuatu pemberian-Mu didunia ini apabila kami bersabar maka Engkau akan menggantinya diakhirat dengan sesuatu yang lebih baik. F. Sikap Orang Bertawakkal Dia akan berserah diri kepada Allah Ta'ala atas kesukaran-kesukaran yang dia terima. Karena dia sangat yakin bahwa kesukaran-kesukaran didunia akan diganti oleh Allah Ta'ala dengan kenikmatan-kenikmatan diakhirat. G. Sikap Orang Mukhlis Dia akan menerima dengan ikhlas apabila Allah Ta'ala memberikan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan kepadanya. Apabila diberi kekurangan rizki, dia terima dengan ikhlas dan bersyukur. Karena diakhirat nanti hisabnya akan menjadi ringan. Apabila diberi penyakit, dia terima dengan ikhlas dan bersyukur. Karena dengan penyakit itu Allah Ta'ala mempunyai alasan untuk mengampuni dosanya diakhirat kelak. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Mu’id Apabila ia telah menjadi kholifah, maka didalam memberikan sesuatu akan maksimal sebatas kemampuan apa yang ia bisa lakukan. Dengan kata lain kebaikan-kebaikan yang ia lakukan selalu maksimal, sedangkan untuk dirinya sendiri ia minimalkan. Karena ia berharap agar kiranya Allah Ta'ala memberikan syurga-Nya kelak diakhirat. Dan ia juga takut apabila melakukan kejahatan akan mendapatkan pembalasan yang maksimal. Sehingga ia selalu berusaha untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa. I. Contoh do’a bagi orang-orang yang ingin meneladani Asma’ Al Mu’id Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk membantu manusia agar mereka dapat bersabar terhadap apa yang Engkau tentukan bagi mereka. Agar manusia dapat melihat bahwa kesukaran-kesukaran yang mereka terima didunia ini, Engkau akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik diakhirat.