59. AL MUBDI’U (Dzat Yang Maha Memulai) Setelah proses perhitungan diselesaikan, maka dimulailah kehidupan yang baru. Orang-orang yang diputuskan menjadi penghuni neraka, maka mereka akan segera memasukinya untuk memulai kehidupan yang baru didalam neraka. Begitu juga sebaliknya orang-orang yang diputuskan menjadi penghuni syurga, maka mereka akan segera memasukinya untuk memulai kehidupan yang baru didalam syurga. Disinilah pemisahan antara Dia kepada Allah Ta'ala dan hari akhir dengan orang-orang yang ingkar kepada Allah Ta'ala dan mendustakan RasulNya serta ingkar kepada hari akhir. Dan hal ini merupakan peristiwa yang sangat memberatkan bagi orang-orang yang ditetapkan masuk kedalam neraka dan perstiwa yang sangat menggembirakan bagi orang-orang yang ditetapkan masuk kedalam syurga. Sedangkan perbandingannya adalah seribu banding satu, yaitu 999 orang masuk neraka dan hanya satu orang yang masuk syurga. Oleh sebab itu apabila kita ingin masuk syurga, maka kita harus bersungguh-sungguh didalam mencari keimanan, mempertahankan keimanan serta melakukan amal-amal sholeh (menjalankan hukum-hukum yang telah ditentukan oleh Allah Ta'ala dan RasulNya). Dan kita-pun harus bersabar didalam menjalankan semua itu karena akan kita temui rintangan-rintangan dan hambatan-hambatan. Allah akan memulai kehidupan kita yang baru diakhirat. Maksudnya apabila sesuatu itu telah diputuskan oleh Allah, maka segala sesuatu dianggap telah berlalu dan akan dimulai kehidupan yang baru. Apabila kita dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang mewarisi syurga, maka kita akan merasakan kenikmatan yang tiada tara. Begitupun juga dengan sebaliknya apabila kita termasuk orang-orang yang masuk neraka, maka kita akan merasakan siksa yang tidak pernah kita bayangkan, Beberapa hadits menerangkan bahwa apabila seseorang masuk syurga maka kenikmatan yang ada disana tidak pernah dirasakan oleh mulut, mata atau pikiran. Karena Allah memiliki 100 rahmat, 99 disimpan diakhirat dan yang satu diturunkan kedunia dan dibagi seluruh makhluk, sehingga seekor macan tidak akan memakan anaknya sendiri. Jadi kenikmatan yang kita rasakan selama didunia ini adalah pecahan dari 1 rahmat yang dibagi seluruh makhluk, akan tetapi disyurga nanti kita akan merasakan 99 rahmat Allah yang dibagi hanya beberapa orang saja. Begitupun juga dengan siksa dineraka. Api yang kita rasakan didunia ini adalah asap dari api neraka yang sudah didinginkan dengan salju. Hal ini bisa kita perhatikan bahwa dalam kehidupan kita ini adalah pertaruhan yang sangat besar, apakah masuk syurga yang kenikmatannya tidak bisa kita bayangkan, atau masuk neraka yang siksanya sangat pedih. Dan kita pasti akan memulai kehidupan itu. Maka dari itu hitung-hitunglah diri kita didunia ini sebelum diperhitungkan nanti diakhirat. Karena apabila sudah diakhirat nanti sudah tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri. Maka dari itu hendaknya kita kendalikan hawa nafsu, karena nafsu akan memasukkan kita kedalam neraka. Karena seseorang yang cenderung mengikuti hawa nafsunya, akan menjadi orang fasik, walaupun derajatnya sudah tinggi dimata Allah. Dan apabila seseorang itu sudah masuk fasik, maka syetan akan menjadikan orang tersebut kafir, musyrik atau munafiq. Sedangkan yang bisa mengendalikan hawa nafsu adalah akal yang telah diisi dengan 3 ilmu. Yaitu ilmu mengenal Allah, Al Qur’an dan Al Hadits. Akan tetapi ilmu mengenal Allah harus benar-benar kita yakini tidak cukup hanya sebatas ilmu, karena ilmu tidak ada guna sebelum diamalkan. Dalam Al Qur’an banyak sekali menceritakan tentang kehancuran Bani Israil. Hal ini disebabkan mereka selalu mengikuti hawa nafsunya. Maka dari itu Bani Israil dikutuk dua lisan. Yaitu lisan Nabi Musa dan Nabi Isa. Dari perbuatan-perbuatan kita selama didunia inilah yang akan menentukan apakah kita akan memulai kehidupan yang penuh kenikmatan (syurga) atau akan memulai kehidupan yang penuh kesengsaraan (neraka). Oleh sebab itu pikirkanlah masuk mana kita nanti. Untuk itu dalam hidup ini jangan sekali-kali merasa aman, karena Rasulullah saja selalu merasa tidak aman sehingga selalu memohon diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah dan memohon agar selalu dibimbing kejalan yang lurus. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak amal-amal yang kita lakukan hanya ingin mencapai kehidupan duniawi, dan seberapa banyak amal-amal yang kita lakukan untuk mencapai kehidupan akhirat? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hambaMu yang selalu mencintai kehidupan akhirat C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa kehidupan dunia ini bukanlah kehidupan yang sebenarnya. Akan tetapi kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah ladang untuk kehidupan akhirat. Apabila kita menanam kebaikan didunia, maka kita akan memetik kebaikan pula diakhirat. Begitu juga sebaliknya apabila kejahatan (keburukan) yang kita tanam didunia, maka diakhirat kita juga akan memetik kejahatan (keburukan). D. Sikap Orang Bertaqwa Dia tidak menjadikan kehidupan dunia ini sebagai tujuannya. Akan tetapi yang dia tuju adalah kehidupan akhirat. Karena dia meyakini bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat. Sehingga dia tidak khawatir dengan kehidupan dunia, tetapi dia sangat khawatir dengan kehidupan akhirat. Oleh sebab itu dia selalu mengupayakan dengan sungguh-sungguh keimanan dan amal-amal sholeh untuk mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya dikehidupan akhirat. Karena orang-orang yang selamat diakhirat kelak hanyalah orang-orang yang mau beriman kepada Allah Ta'ala dengan iman yang sebenar-benarnya serta mengikuti petunjuk-petunjukNya dan sunnah RasulNya. Dia tidak mencari kesenangan duniawi, karena dia yakin bahwa dunia hanyalah kehidupan yang semu dan sebentar, dimana Allah Ta'ala menguji setiap manusia apakah mengikuti kefasikan atau mengikuti ketaqwaan. Barang siapa yang tertipu dengan kehidupan dunia, maka dia akan celaka dikehidupan yang sebenarnya (akhirat). Didalam kehidupan ini kebanyakan manusia terpengaruh dengan kehidupan dunia. Oleh sebab itu Allah Ta'ala selalu mengingatkan didalam Al Qur’an bahwa sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang sementara, semu, dan sebentar. Surat Al Mukmin (40) : 39 39. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. Dan Surat Al An’am (6) : 32 32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi Dia. Maka tidakkah kamu memahaminya? Tujuan Allah Ta'ala mengingatkan hamba-hambaNya adalah agar manusia tidak tertipu dengan kehidupan dunia. Akan tetapi peringatan-peringatan tersebut justru selalu kita abaikan. Kita tidak mau percaya kepada Allah Ta'ala, padahal ayat-ayat Allah Ta'ala sering kita baca dan sering kita dengar. Sehingga kita seperti orang-orang yang tuli dan buta yang tidak dapat mendengar dan melihat ayat-ayat Allah Ta'ala dan tanda-tanda kebesaranNya. Bahkan kita justru lebih mengikuti hawa nafsu dari pada petunjuk-petunjuk Allah Ta'ala. Padahal hawa nafsu selalu mengajak untuk mencintai kehidupan dunia yang akan menjerumuskan kita masuk kedalam jurang neraka. Oleh sebab itu diakhirat kelak Allah Ta'ala akan berfirman kepada orang-orang yang tertipu dengan kehidupan dunia : “Wahai hamba-Ku, bukankah ayat-ayatKu telah Aku turunkan dan engkau-pun telah membacanya atau dibacakan orang lain? Tetapi kenapa engkau tidak mau beriman dan bertaqwa?. Kenapa engkau masih mengikuti hawa nafsu? Untuk itu janganlah engkau menyalahkan siapa-siapa tetapi salahkanlah dirimu sendiri. Inilah penyesalan yang sangat besar bagi orang-orang yang masuk kedalam neraka, karena Allah Ta'ala memisahkan mereka dengan orang-orang yang masuk kedalam syurga. Oleh sebab itu hendaknya kita mencintai kehidupan akhirat dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperolehnya. Apapun yang kita terima didalam hidup ini hendaknya kita bersabar, karena kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang sebenarnya. Yang paling penting hendaknya kita selalu istiqomah didalam keimanan, ketaqwaan dan ketawakkalan. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat meraih kebahagiaan didalam kehidupan akhirat. F. Sikap Orang Bertawakkal Yang penting didalam kehidupan dunia ini dia beriman kepada Allah Ta'ala dan selalu menempuh jalan yang lurus yaitu jalan yang diridhoiNya, sedangkan masalah hasilnya nanti diakhirat dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Karena dia yakin bahwa Allah Ta'ala tidak pernah mendzolimi hamba-hambaNya. G. Sikap Orang Mukhlis Dia sangat ikhlas didalam mengurangi atau menghilangkan keinginan-keinginan hawa nafsunya. Sebagai contohnya dia lebih senang makan sederhana dari uang yang halal, dari pada makan enak dari uang yang haram. Dia lebih senang mengurangi keinginan hawa nafsunya untuk melakukan amal sholeh, dari pada memperturutkan hawa nafsu sehingga tidak melakukan amal sholeh. Karena tujuan hidupnya adalah kehidupan akhirat bukan kehidupan dunia. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Mubdi’u Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia tidak lagi memikirkan dunia. Hidupnya selalu berfikir tentang akhirat. Karena itulah hidup yang sesungguhnya. Ia selalu berfikir didunia ini hanyalah untuk melakukan aktifitas yang pada akhirnya menjadikan kenyataan kelak diakhirat dengan apa yang ia lakukan didunia ini. Apapun pemberian Allah dalam dunia ini akan ia pakai untuk menuju akhirat. Dan ia mencontohkan kepada manusia tentang hal zuhud kepada dunia. Segala aktifitas yang ia lakukan hanyalah bertujuan untuk kehidupan akhirat. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Mubdi’u Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk membantu manusia didalam mencintai kehidupan akhirat, agar manusia dapat mengetahui bahwa sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya itu adalah kehidupan akhirat.