50. AL BA’ITS (Dzat Yang Maha Membangkitkan) Manusia diciptakan oleh Allah Ta'ala adalah sebagai kholifah selama hidupnya di muka bumi. Akan tetapi suatu saat nanti semua manusia pasti akan mati dan setelah mati akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggung jawabkan segala yang telah diperbuatnya selama hidup dimuka bumi. Karena Allah adalah Dzat Yang Maha Membangkitkan. Setelah manusia mati dan dimasukkan kedalam kubur, maka dia akan ditanya tentang tiga hal. Yaitu Man Robbuka (siapa Tuhanmu), Man Nabiyyuka (siapa Nabimu) dan Ma Imamuka (apa imammu). Apabila seseorang didalam hidupnya mau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk dapat mengenal Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya, sehingga dia bisa beriman kepada Allah Ta'ala dan menjadikan Allah Ta'ala sebagai satu-satunya Tuhan yang dia sembah, maka dia akan bisa menjawab “Tuhanku Allah Allah Ta'ala”. Apabila seseorang didalam hidupnya beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan mau menjadikan beliau sebagai suri tauladan, maka dia akan bisa menjawab “Nabiku Muhammad SAW”. Apabila seseorang didalam hidupnya mau beriman kepada Al Qur’an, dan mau menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman didalam hidupnya yang selalu dia ikuti, maka dia akan bisa menjawab “Imamku Al Qur’an”. Sebetulnya kiamat ada dua yaitu kiamat kecil (sughra) dan kiamat besar (kubra). Kiamat kecil adalah kematian, sedangkan kiamat besar adalah kiamat yang sesungguhnya yang akan menghancurkan seluruh alam semesta. Kiamat kecil (kematian) akan menyelesaikan semua urusan atau amal-amal seorang manusia. Karena apabila seseorang telah mati, maka dia tidak bisa bertaubat atas segala dosa yang telah dia lakukan dan tidak bisa mengupayakan keimanan atau mengupayakan kebaikan. Kecuali orang-orang yang mati (gugur) dijalan Allah Ta'ala. Oleh sebab itu apabila kita ingin bertaubat, maka bertaubatlah sekarang. Jangan sampai kita menunda-nunda taubat, karena belum tentu besok kita masih hidup. Apabila kita ingin menjadi orang yang beriman, maka berusahalah sekarang dengan sungguh-sungguh. Karena besok kita tidak tahu apakah masih hidup atau sudah mati. Begitu juga apabila kita ingin berbuat amal kebaikan, maka lakukanlah sekarang. Karena kita tidak tahu kapan kita akan mati. Dan apabila kita telah mati, maka tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat, tidak ada lagi kesempatan untuk mengupayakan keimanan atau mengupayakan kebaikan. Sedangkan kiamat besar akan menyelesaikan semua urusan atau amal-amal semua manusia. Setelah itu semua manusia akan dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya selama hidup dimuka bumi. Antara kiamat kecil sampai kiamat besar, orang-orang yang berada didalam kubur dalam keadaan tidur, setelah ditanya tentang tiga hal diatas. Sedangkan bagaimana dengan siksa kubur? Sebetulnya siksa kubur adalah mimpi. Yaitu ada yang bermimpi menyenangkan dan ada yang bermimpi menyakitkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidurnya orang-orang beriman didalam kubur seperti tidurnya pengantin baru. Hal ini sesuai dengan Firman Allah Ta'ala didalam Surat Yaasiin (36) : 51 – 53 51. Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. 52. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya). 53. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba- tiba mereka semua dikumpulkan kepada kami. Dan Surat Az Zumar (39) : 42 42. Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya, dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa besar kita telah mengupayakan keimanan, mengumpulkan amal dan seberapa banyak kita telah bertaubat sebelum kematian datang kepada diri kita? Dan seberapa banyak kita mengumpulkan amal jariyah sebelum kiamat tiba? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikankah kami termasuk orang-orang yang beriman, matikanlah kami dalam keadaan beriman, matikanlah kami dalam keadaan muslim dan matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang beriman sangat yakin bahwa kematian itu pasti dan akan menyelesaikan semua urusannya. Apakah amal-amalnya bisa diterima dan dosanya bisa diampuni bergantung sampai batas ajal. Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa apabila dia telah mati, maka tidak bisa bertaubat dan mengupayakan keimanan serta kebaikan. Kemudian setelah itu dia akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya selama hidup didunia. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa akan berusaha dengan sungguh-sungguh bagaimana dia bisa beriman kepada Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya. Kemudian dia akan berusaha untuk mengumpulkan amal yang sebanyak-banyaknya dan memohon pengampunan dari segala dosa yang telah dia lakukan. Orang-orang yang bertaqwa juga akan mengusahakan tiga perkara selama hidupnya, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat dan anak sholeh atau sholehah yang mendo’akannya. Karena tiga hal inilah yang akan tetap mengalir walaupun dirinya telah meninggal dunia. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, Tolonglah kami didalam memperoleh keimanan serta mempertahankan keimanan yang telah ada pada diri kami. Akan tetapi kita harus berikhtiyar terlebih dahulu untuk mengupayakan keimanan dengan sungguh-sungguh. Tanpa usaha yang sungguh-sungguh untuk meraih keimanan, maka do’a ini akan sia-sia belaka. Begitu juga dengan do’a-do’a yang lain. Semuanya harus diawali dengan ikhtiyar terlebih dahulu, baru berdo’a kepada Allah Ta'ala dengan kehadiran hati. F. Sikap Orang Bertawakkal Orang-orang yang bertawakkal apabila dia telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan amal dan bertaubat serta menghindari dosa, maka dia akan berdo’a kepada Allah Ta'ala agar amal-amalnya tersebut dapat diterima dan dosa-dosanya diampuni. Kemudian masalah hasilnya dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Didunia ini dia akan merasakan empat hal. Yang pertama dia akan merasakan ketenangan didalam hatinya dalam hal dunia. Yang kedua dia melihat kemana hatinya terhimpun. Yang ketiga dia sangat ikhlas melakukan ketaqwaan. Yang keempat ada kecemasan didalam dirinya jika tidak selamat diakhirat. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Ba’its Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia akan menjadi contoh bagi orang-orang yang meyakini kehidupan berbangkit setelah kehidupannya didunia. Sehingga ia selalu berfikir apakah ia akan selamat pada saat dibangkitkan atau tidak? dan ia selalu berfikir apa yang harus ia lakukan didunia ini sehingga ia akan aman nanti diakhirat dan tidak memperoleh kesulitan-kesulitan dipadang makhsyar. Dan ia juga akan selalu mengingat kematian dan selalu mengupayakan kebaikan-kebaikan dalam masa hidupnya. Dengan kata lain ia senantiasa mengingat kematian sehingga dalam hidupnya ia berusaha semaksimal mungkin untuk memperbanyak permohonan ampun dan untuk mengejar semaksimal mungkin amal sholeh. Karena ia yakin apabila sudah datang kematian maka hari berbangkit akan segera datang. I. Contoh do’a bagi orang-orang yang ingin meneladani Asma’ Al Ba’its Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk membantu manusia agar mereka dapat meraih keimanan. Sehingga manusia dapat melihat bahwa sesungguhnya mereka akan dapat memperoleh keselamatan didunia dan diakhirat, hanya dengan keimanan kepada-Mu.