20. AL ‘ALIM (Dzat Yang Maha Mengetahui) Apabila kita telah memohon bimbingan kepada Allah Ta’ala, maka jangan sekali-kali kita merasa ragu. Karena Allah Ta’ala Maha Mengetahui apa-apa yang telah terjadi dan Maha Mengetahui apa-apa yang belum terjadi. Allah Ta'ala Maha Mengetahui permasalahan yang kita hadapi dan Maha Mengetahui bagaimana cara menyelesaikannya. Akan tetapi kenyataannya kita sering kali minta bimbingan (pertolongan) kepada selain Allah Ta’ala, seperti kepada para normal (dukun) dan kepada psikolog, agar kita bisa memperoleh jalan keluar dari permasalahan yang kita hadapi. Padahal memohon kepada Allah Ta’ala ini gratis dan pasti benar, sedangkan dengan psikolog atau para normal haru menggunakan biaya mahal dan pasti tidak benar. Seharusnya apabila kita mempunyai permasalahan, serahkanlah kepada Dzat Yang Maha Mengetahui kesulitan hamba-hambaNya dan Mengetahui pula bagaimana cara menyelesaikannya. Dan jangan sekali-kali kita merasa mampu untuk mengelola sendiri segala sesuatu yang Allah berikan, karena hal ini mengakibatkan kita tidak selamat didunia dan diakhirat. Ibaratnya kita ingin membuat rumah tetapi tidak tahu bagaimana cara membuatnya dengan baik dan benar. Oleh sebab itu seharusnya kita bertanya kepada orang yang ahli dibidang bangunan. Begitupun juga terhadap Allah Ta'ala. Diri kita tidak tahu bagaimana cara mengelola pemberian-pemberianNya dengan benar, maka seharusnya kita bertanya kepada Allah Ta'ala, karena Dia Dzat Yang Maha Mengetahui. Akan tetapi selama ini apabila Allah Ta'ala telah memberikan petunjuk, kita tidak mau melakukannya. Berarti kita tidak percaya dengan Allah yang Maha Mengetahui tetapi lebih percaya dengan pemikiran kita sendiri atau kemampuan kita sendiri. Sebetulnya kita ini selalu dalam kesulitan didalam mengelola apapun yang Allah berikan, karena kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah dimata Allah. Andaikata kita mengelola tanpa petunjuk dari Allah Ta’ala, maka kita akan celaka nanti diakhirat. Oleh sebab itu hendaknya kita mohonkan bimbingan kepada Allah Ta’ala, karena Dia adalah Al ‘Alim (Dzat Yang Maha Mengetahui). Dia mengetahui permasalahan yang kita hadapai dan mengetahui bagaimana jalan keluarnya. Sehingga dengan ilmuNya, Allah Ta’ala akan membimbing hamba-hambaNya agar bisa mengelola amanah-amanah yang telah Dia berikan dengan benar. Apabila kita selalu memohon bimbingan kepada Allah Ta’ala didalam mengelola rizki yang telah Dia titipkan, maka hisab kita nanti diakhirat akan menjadi ringan. Karena kita telah mengelola sesuai dengan keinginan-keinginan yang memberi yaitu Allah Ta’ala. Akan tetapi apabila kita mengelola berdasarkan keinginan sendiri (hawa nafsu), maka hisab kita nanti diakhirat sangat berat. Karena kebenaran Allah Ta’ala itu ada aturannya, bukan berdasarkan angan-angan kosong. Sesuai surat An Nisaa' (4) : 123 123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. Dan Allah menurunkan ayat-ayatNya (hukum-hukum) karena Dia tidak berkehendak untuk menyiksa (menganiaya) hamba-hambaNya. Sesuai surat Ali Imran (3) : 108 108. Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar. Dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya. Bagi orang-orang miskin, kelihatannya memang susah hidup didunia ini karena serba kekurangan. Akan tetapi nanti diakhirat mereka akan senang karena hisabnya ringan. Sedangkan bagi orang-orang yang kaya kelihatannya didunia ini senang. Akan tetapi nanti diakhirat ia akan susah andaikata kekayaannya tidak dia kelola dengan benar. Karena setiap butir zarrah yang Allah Ta’ala berikan kepadanya akan dimintai pertanggung jawabannya. Dan banyak sekali orang-orang yang masuk neraka disebabkan hisabnya berat dan tidak sanggup mempertanggung jawabkannya. Sebetulnya Allah Ta’ala telah menyiapkan diri-Nya untuk membantu hamba-hambaNya didalam mengelola pemberian-pemberianNya dengan sifat-Nya Al ‘Alim. Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita menganggap bahwa Allah Ta’ala itu jauh. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala itu sangat dekat. Sesuai surat Qaaf (50) : 16 16. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, Bahkan didalam salah satu hadits qudsi Allah berfirman : “Barang siapa telah melakukan perintah-perintah wajib, lalu ditambah dengan perintah-perintah sunnah, sehingga menambah kecintaanKu kepadanya, maka Aku akan menjadi temannya berbincang”. Sehingga didalam hidupnya dia bisa selalu berdialog dengan Allah Ta'ala. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak permasalahan-permasalahan yang kita coba untuk dapat menyelesaikannya sendiri, dan seberapa banyak yang kita mohonkan kepada Allah Ta’ala penyelesaiannya? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, berikanlah kepada kami penyelesaian yang baik didalam segala urusan kami. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Mengetahui. Allah Ta'ala sangat mengetahui apa-apa yang telah terjadi dan apa-apa yang belum terjadi dan mengetahui permasalahan yang kita hadapi serta mengetahui pula bagaimana cara menyelesaikannya. Oleh sebab itu didalam setiap hal dia selalu memohon bimbingan kepada Allah Ta'ala Ta’ala. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa tidak ada keraguan didalam hatinya mengenai petunjuk yang telah Allah Ta'ala berikan. Sehingga apapun petunjuk yang Allah Ta'ala berikan akan dia kerjakan, walau apapun resikonya. Sedikitpun dia tidak pernah mempunyai pemikiran (keinginan) untuk mengingkari petunjuk-petunjuk Allah Ta'ala yang telah sampai kepadanya. Sebetulnya petunjuk-petunjuk Allah Ta'ala telah Dia terangkan didalam kitab-Nya yaitu Al Qur’an. Karena Al Qur’an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Oleh sebab itu apabila didalam kehidupan ini kita mengalami permasalahan, hendaknya kita cari petunjuknya didalam Al Qur’an. Karena tidak ada satupun permasalahan yang ada dilangit dan dibumi melainkan ada petunjuknya didalam Al Qur’an. Dan apabila didalam Al Qur’an petunjuknya kurang jelas, maka kita cari penjelasannya didalam Al Hadits. Karena Al Hadits adalah penjabaran dari Al Qur’an. Setelah itu apabila masih belum jelas, baru kita memohon bimbingan kepada Allah Ta'ala. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami didalam menyelesaikan segala urusan kami. Karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Mengetahui segala urusan kami dan mengetahui pula bagaimana cara menyelesaikannya. F. Sikap Orang Bertawakkal Orang-orang yang bertawakkal akan menyerahkan segala urusannya kepada Allah Ta'ala, sehingga hatinya akan menjadi tenang. Dia tidak memperdulikan apakah permasalahannya akan diselesaikan oleh Allah Ta'ala atau tidak. Yang penting dia telah memohon kepada Allah Ta'ala, dan dengan memohon itulah dia bisa merasakan kedekatan dengan Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Dia akan menerima dengan ikhlas apapun penyelesaian yang diberikan Allah Ta'ala atas permasalahan yang dia hadapi. Walaupun penyelesaian yang diberikan oleh Allah Ta'ala tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsunya. Sebetulnya Allah Ta'ala menginginkan agar hamba-hambaNya bisa hidup tenang dan bahagia baik didunia maupun diakhirat. Sehingga Allah Ta'ala memerintahkan kepada hamba-hambaNya agar beriman, bertaqwa, bertawakkal dan ikhlas kepada-Nya. Orang yang paling faham tentang nikmatnya beriman, bertaqwa, bertawakkal dan ikhlas kepada Allah Ta'ala adalah Rasulullah SAW. Oleh sebab itu beliau sangat sedih melihat orang-orang yang tidak mau beriman. Sesuai Surat At Taubah (9) : 128 128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Bahkan saking sedihnya beliau melihat orang-orang tidak mau beriman dan berpaling dari kebenaran, rasa-rasanya beliau ingin bunuh diri. Sesuai Surat Al Kahfi (18) : 6 6. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al ‘Alim Apabila sudah menjadi sebagai kholifah, maka ia tidak pernah khawatir dalam menghadapi setiap kesulitan. Dia gantungkan kepada Allah Ta’ala tentang penyelesaiannya. Kemudian ia selalu mengajak manusia agar bergantung hanya kepada Allah Ta'ala atas permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Karena hanya Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui permasalahan apapun yang dihadapi oleh setiap manusia dan Maha Mengetahui pula bagaimana cara menyelesaikannya. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al ‘Alim Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh manusia, agar mereka mengetahui bahwa sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelesaikan permasalahan mereka kecuali hanya Engkau.