12.. AL KHOLIQ (Dzat Yang Maha Pencipta) 13. AL BARI’U (Dzat Yang Maha Merencanakan) 14. AL MUSHOWWIR (Dzat Yang Maha Membentuk) Segala sesuatu yang ada dilangit dan dibumi ini adalah ciptaan Allah Ta’ala termasuk manusia. Dan sebelum Allah Ta'ala menciptakan manusia, terlebih dahulu Allah Ta'ala rencanakan dengan sebaik-baiknya, kemudian baru dibentuk dengan sebaik-baiknya pula. Oleh sebab itu apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepada setiap manusia adalah yang terbaik dan paling sesuai dengan kesanggupan jiwa setiap manusia. Baik bentuk tubuh, tinggi atau pendek, tampan atau tidak dan lain sebagainya. Dan Allah Ta'ala menciptakan bentuk manusia disesuaikan dengan penghidupan yang akan dijalaninya. Sebagai contohnya Allah Ta'ala menentukan penghidupan seseorang menjadi tentara. Maka Allah Ta'ala membentuk tubuhnya yang tinggi dan besar. Bagi manusia yang jiwanya kuat, maka Allah Ta'ala akan memberi bentuk yang baik kepadanya. Akan tetapi bagi manusia yang jiwanya tidak kuat, maka Allah Ta'ala akan memberi bentuk yang sesuai dengan kemampuannya. Nabi Yusuf diberi wajah yang tampan karena beliau kuat. Sehingga walaupun banyak wanita-wanita cantik lagi bangsawan menggodanya, tidak mempengaruhinya dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Ta'ala. Oleh sebab itu apabila Allah Ta'ala menciptakan bentuk tubuh kita tidak tampan atau tidak cantik, hendaknya kita terima dengan ikhlas. Karena itulah kemampuan jiwa kita. Andaikata kita diberi wajah yang tampan atau cantik, mungkin kita akan sombong dan melampaui batas. Hendaknya kita sadari penciptaan Allah Ta’ala yang telah diberikan kepada diri kita adalah paling sesuai dan yang terbaik untuk jiwa kita. Jangan sekali-kali kita merasa kecewa dan rendah diri apabila ada sesuatu yang kurang pada diri kita, dan jangan merasa sombong apabila ada yang lebih. Akan tetapi sering kali kita tidak menyadari bahwa apapun yang Allah Ta’ala ciptakan ini telah direncanakan dan dibentuk dengan sebaik-baiknya, sehingga banyak sekali orang-orang yang kecewa dengan bentuk tubuh ataupun wajahnya. Oleh karena itu jangan sekali-kali kita mencela ciptaan-ciptaan Allah untuk diri kita maupun orang lain, karena sama halnya kita mencela Allah Ta’ala. Seharusnya kita pergunakan apapun yang sudah diberikan Allah Ta’ala pada diri kita untuk melakukan ketaqwaan kepadaNya, karena semua itu nantinya akan diminta pertanggung jawabannya. Sebelum Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu Dia rencanakan dengan sebaik-baiknya dan tidak tergesa-gesa. Oleh sebab itu Dia memerintahkan kepada manusia untuk bersabar. Artinya apabila mempunyai keinginan hendaknya kita pikirkan (pertimbangkan) terlebih dahulu dan setelah mantap baru dilaksanakan. Karena segala sesuatu yang dilakukan dengan tergesa-gesa hasilnya tidak akan memuaskan. Oleh sebab itu sebelum melakukan sesuatu hendaklah kita memohon petunjuk kepada Allah Ta’ala terlebih dahulu, agar keinginan kita tersebut sesuai dengan perencanaan Allah Ta’ala, sehingga kita tidak kecewa. Sebetulnya masalah bentuk tubuh, rezeki, penghidupan dan lain sebagainya telah direncanakan oleh Allah sebelum kita tercipta. Sedangkan yang menjadi tugas manusia hanya memilih antara fasik dan taqwa. Oleh sebab itu hendaknya kita terima dengan ikhlas apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepada diri kita. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak yang sudah kita syukuri tentang penciptaan Allah Ta'ala atas diri kita? Dan seberapa banyak kita kecewa dan berupaya untuk merubah apa-apa yang telah diciptakan Allah Ta'ala terhadap diri kita? Seperti merubah bentuk alis yang telah diciptakan Allah Ta'ala, operasi plastik, atau upaya lainnya guna merubah apa yang tidak sesuai menurut hawa nafsu kita tentang apa yang telah Allah Ta'ala ciptakan atas diri kita. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang ridho dan ikhlas terhadap bentuk yang Engkau ciptakan bagi diri kami. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa dirinya adalah ciptaan Allah Ta'ala dan apapun yang diciptakan Allah Ta'ala terhadap dirinya adalah pasti yang terbaik dan paling tepat. Bahkan orang-orang yang diciptakan dalam keadaan cacat-pun adalah yang terbaik dan paling tepat. Karena jika diciptakan dalam keadaan normal, maka dia akan mempertuhankan hawa nafsu sehingga akan menjerumuskannya masuk kedalam neraka. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa akan memanfaatkan bentuk apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya untuk melakukan amal. Karena Allah Ta'ala tidak melihat bentuk (rupa) manusia, tetapi yang dilihat adalah hati dan amalnya. Orang-orang yang bertaqwa sangat bersyukur menerima ciptaan Allah Ta'ala terhadap dirinya. Karena dengan itulah dia bisa menjadi perantara Allah Ta'ala untuk mendapatkan amal yang sebanyak-banyaknya. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, jadikanlah ciptaan bagi diri kami ini dapat menolong kami untuk lebih banyak beramal ibadah dan beramal sholeh. F. Sikap Orang Bertawakkal Orang-orang yang bertawakkal tidak mempermasalahkan bentuk tubuh yang telah Allah Ta'ala ciptakan terhadap dirinya. Karena Allah Ta'ala tidak melihat bentuk dan harta hamba-hambaNya, tetapi yang Dia lihat adalah hati dan amal hamba-hambaNya. Oleh sebab itu hendaknya kita gunakan tubuh kita ini untuk melakukan amal-amal sholeh dan hendaknya kita bersihkan hati kita dari segala kebusukan. Jangan seperti orang-orang fasik yang hanya memperindah luarnya saja, sedangkan hatinya tidak pernah dia bersihkan dari segala kebusukan. Wajah adalah cerminan hati. Walaupun pada dasarnya wajahnya tidak tampan atau tidak cantik, akan tetapi hatinya baik dan mulia, maka orang-orang yang melihatnya akan terasa sejuk dan senang. Begitupun juga sebaliknya walaupun wajahnya tampan atau baik, akan tetapi hatinya busuk dan jahat, maka orang-orang yang melihatnya akan merasa tidak senang. Sebagai contohnya seseorang yang hatinya dipenuhi dengan kesombongan. Walaupun wajahnya tampan atau cantik, tetapi orang-orang yang melihatnya akan merasa tidak senang. G. Sikap Orang Mukhlis Dia menerima dengan ikhlas apapun bentuk tubuh yang telah diciptakan Allah Ta'ala terhadap dirinya. Apabila Allah Ta'ala menciptakan bentuk tubuhnya tampan atau cantik, maka dia tidak sombong dan tidak menghina orang lain. Dan apabila Allah Ta'ala menciptakan bentuk tubuhnya tidak tampan atau tidak cantik, maka dia sangat ikhlas dan tidak berkeluh kesah. Bahkan dia bersyukur, karena andaikata diciptakan dalam keadaan cantik atau tampan, niscaya dia akan menjadi sombong dan memperturutkan hawa nafsu sehingga akan menjerumuskannya masuk kedalam neraka. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Kholiq Apabila telah menjadi kholifah, maka ia sangat kreatif dalam memberikan ide atau pemikiran. Dan ia meyakini dan selalu mengakui bahwa ide-ide itu datangnya dari Allah Ta’ala bukan datang dari kemampuan dirinya sendiri. Sehingga ia dapat memberikan masukan-masukan atas apa yang terjadi, adalah Allah Ta’ala yang memberikan pengajaran kepadanya. Karena ia sadar bahwa dirinya tidak mempunyai sedikitpun kemampuan untuk menyampaikan ide atau pemikiran tanpa adanya pertolongan Allah Ta’ala. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Kholiq Ya Allah jadikanlah kami sebagai perantara-perantaraMu didalam memberikan ide (pemikiran) kepada manusia yang sesuai dengan ketentuan-Mu dan sunnah Rasul-Mu dan sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki. Agar supaya manusia mengetahui bahwa segala sesuatu pengetahuan hanyalah datang dari-Mu. J. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Baari’u Apabila ia telah menjadi kholifah, maka dalam merencanakan sesuatu sangat baik, karena perencanaannya atas dasar petunjuk dari Allah Ta’ala. Dan ia sangat menyadari bahwa dirinya bisa merencanakan sesuatu adalah karena izin dan pertolongan Allah Ta’ala. Sifat perencanaan ini menyangkut sesuatu yang belum terjadi. Oleh sebab itu perencanaan tersebut haruslah sesuai dengan petunjuk Allah Ta'ala, karena apapun yang akan terjadi adalah sesuai dengan ketentuan Allah Ta’ala yang telah Dia tetapkan. K. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Baari’u Ya Allah, jadikanlah kami sebagai perantara-perantaraMu didalam merencanakan segala sesuatu bagi manusia yang sesuai dengan ketentuan-Mu dan sunnah Rasul-Mu dan sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki. Karena tidaklah manusia itu mengetahui apa yang akan terjadi, kecuali Engkau beri petunjuk kepada mereka. L. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Mushowwir Apabila ia telah menjadi kholifah, maka apapun yang bisa ia laksanakan hanyalah sesuai dengan keinginan dan ketentuan Allah Ta’ala. Tugasnya yang sesungguhnya hanya sebatas pelaksana, dan Allah-lah yang mengajarkan kepadanya keterampilan. Ia hanya melaksanakan ide-ide dan perencanaan dari orang-orang yang telah menjadi kholifah Allah Ta'ala dari Asma’ Al Kholiq dan Al Baari’u. Akan tetapi ia mempunyai kelemahan, yaitu cenderung membuat sesuatu sesuai keinginannya sendiri, sehingga ia merasa bahwa keterampilan itu datangnya bukan dari Allah Ta’ala, melainkan karena kemampuannya sendiri. Oleh sebab itu ia harus betul-betul yakin bahwa apapun yang dapat ia lakukan adalah karena diajari oleh Allah Ta'ala, sehingga ia tidak merasa atas kemampuan dirinya sendiri. M. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Mushowwir Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu didalam membentuk akhlaq manusia sesuai dengan ketentuan-Mu dan sunnah Rasul-Mu. Agar manusia mengetahui bahwasannya tidaklah dapat manusia memiliki akhlaq yang mulia kecuali mengikuti petunjuk-Mu dan sunnah Rasul-Mu.