8. AL MUHAIMIN (Dzat Yang Maha Memelihara) 9. AL ‘AZIZ (Dzat Yang Maha Perkasa) Allah Ta’ala akan memelihara segala sesuatu apabila kita mohonkan pemeliharaannya hanya kepadaNya. Dan hendaknya kita rasakan dan sadari adanya pemeliharaan Allah Ta’ala yang telah menjaga diri kita, keluarga kita, harta kita dari segala gangguan yang akan merusaknya. Akan tetapi sering kali kita menggantungkan pemeliharaan diri kita, keluarga dan harta kita kepada selain Allah Ta’ala. Misalnya kita sudah merasa aman dari pencuri apabila rumah kita sudah diberi pagar. Hal seperti ini adalah salah. Seharusnya pagar hanyalah upaya atau ikhtiyar, sedangkan pemeliharaannya tetap kita sandarkan kepada Allah Ta’ala. Setelah kita fahami bahwa hanya Allah Ta’ala yang dapat memberikan manfaat dan mudhorat, sehingga hanya Dia yang bisa menentukan kemanfaatan dan kemudhoratan. Allah Ta’ala juga Al Quddus, sedikitpun tidak pernah mendzolimi hambaNya. Apabila kita yakin dengan hal yang seperti ini baru tumbuh kemantapan untuk menyerahkan pemeliharaan kita hanya kepada Allah Ta’ala. Sebetulnya dalam hidup ini kita selalu berada dalam pemeliharaan Allah Ta’ala, baik dari segi akidah maupun dari segi fisik. Sebagai buktinya Allah Ta’ala mengizinkan syetan untuk menggoda manusia disesuaikan dengan derajat manusia masing-masing. Apabila derajat manusia masih kopral, maka syetan yang menggoda juga yang berpangkat kopral. Andaikata pangkat kita kopral sedangkan yang menggoda syeta Nasrani yang pangkatnya jendral, niscaya kita akan mudah terjerumus. Begitupun juga dengan fisik kita juga selalu dipelihara oleh Allah Ta'ala. Bisa kita bayangkan, andaikata saat ini kita berada didalam rumah, maka sangat mudah sekali bagi Allah Ta’ala untuk meruntuhkan rumah tersebut jika Dia menghendaki. Andaikata kita sekarang sedang dijalan, maka sangat mudah sekali bagi Allah Ta’ala membuat kita kecelakaan jika Dia menghendaki. Akan tetapi karena Allah Ta’ala memelihara kita, sehingga bisa selamat sampai ajal kita menjemput. Oleh sebab itu tentang pemeliharaan Allah ini hendaknya kita sadari (syukuri). Orang-orang yang berada dalam pemeliharaan Allah Ta’ala, maka kehidupan akhiratnya akan selamat. Oleh sebab itu kita harus selalu memohon pemeliharaan kepada Allah Ta’ala. Seperti mohon pemeliharaan dari sifat malas, kikir, hutang, dan pemeliharaan dari azab neraka. Bahkan Allah Ta’ala telah mengajarkan kepada kita kalimat Ta’awudz (‘Auudzu Billaahi Minas Syaithoonir Rojiim). Disini kita memohon pemeliharaan kepada Allah Ta’ala dari godaan, bisikan, dan kedatangan syetan yang terkutuk. Kenapa didalam hidup ini kita tidak mau menyerahkan pemeliharaan diri kita, anak kita, harta kita dan lain sebagainya hanya kepada Allah Ta’ala? Padahal Allah Ta’ala yang menententukan akan terjadinya kemanfaatan atau kemudhoratan dan sedikitpun Dia tidak pernah mendzolimi hambaNya. Memang Allah Ta’ala itu Al Muhaimin. Akan tetapi sebagai seorang hamba kita harus memohon. Oleh sebab itu sangat rugi bagi orang-orang yang tidak mau menyerahkan pemeliharaan segala sesuatu kepada Allah Ta’ala. Banyak sekali orang tua yang sering kali khawatir dan pusing bagaimana kesejahteraan anak-anaknya nanti. Kenapa tidak ia serahkan pemeliharannya hanya kepada Allah Ta’ala saja? Akan tetapi dia harus berusaha (berikhtiyar) terlebih dahulu dengan mengajarkan ketauhidan yang benar kepada anak-anaknya. Apabila kita telah menyerahkan pemeliharaan kepada Allah Ta’ala, maka jangan sekali-kali kita khawatir atau ragu. Karena disamping Maha Memelihara, Allah Ta'ala juga Maha Perkasa. Tidak ada satupun yang dapat memudhoratkanNya, sehingga apabila Dia telah melindungi kita pasti akan aman. Akan tetapi dalam hidup ini kita sering kali bergantung kepada kemampuan diri sendiri dan benda-benda selain Allah Ta’ala, sehingga membuat kita merasa gelisah dan tidak tenang. Kenapa manusia sering kali tergoda oleh syetan? Dikarenakan ia tidak mau memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala. Dan kalaupun memohon perlindungan hanya sebatas dilisan saja tidak ada dasar keyakinan bahwa Allah Ta’ala Maha Memelihara dan maha Perkasa. Padahal andaikata Allah Ta’ala berkenan memelihara seseorang, maka sehebat apapun tipu daya syetan tidak bisa menjerumuskannya. Atau sebesar apapun bencana tidak akan bisa membahayakannya. Apabila kita memohon pemeliharaan kepada Allah Ta'ala atas segala sesuatu, maka Allah Ta'ala akan memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi yang dipelihara oleh Allah Ta’ala adalah sesuatu yang benar dan halal bukan sesuatu yang tidak benar. Yaitu harta-harta yang halal dan harta-harta yang selalu kita pakai untuk ketaqwaan kepadaNya. Dan apabila Allah Ta'ala telah memeliharanya, maka tidak ada satupun yang bisa memudhoratkannya, kecuali Allah Ta'ala menghendaki. Karena Allah Ta'ala adalah Al Aziz (Dzat Yang Maha Perkasa). Akan tetapi tidak menjadi jaminan bahwa apapun yang kita mohonkan pasti akan dipelihara oleh Allah Ta'ala. Karena pemeliharaan Allah Ta’ala disini adalah pemeliharaan segala sesuatu yang dikehendaki Allah Ta'ala agar tetap berada pada diri kita. Sedangkan segala sesuatu yang tidak dikehendaki Allah Ta'ala ada pada diri kita, maka sesuatu itu tidak dipelihara oleh Allah Ta'ala. Sebagai contohnya kita memiliki harta yang kita peroleh dengan cara yang benar dan kita gunakan dengan cara yang benar pula. Kita-pun telah memohon pemeliharaan kepada Allah Ta'ala, tetapi Allah Ta'ala tidak memelihara harta kita tersebut. Hal ini merupakan ujian dari Allah Ta'ala, agar kita bersabar. Sedangkan apabila kita memiliki harta yang kita peroleh dengan cara yang tidak benar, atau kita peroleh dengan cara yang benar tetapi kita menggunakannya tidak benar, setelah itu Allah Ta'ala tidak memeliharanya sehingga harta tersebut hilang, atau dicuri orang atau ditipu orang, maka hal itu merupakan peringatan dari Allah Ta'ala . A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak yang kita serahkan pemeliharaannya kepada Allah Ta’ala, dan seberapa banyak yang kita merasa mampu untuk memeliharanya sendiri? Dan apabila kita telah menyerahkan segala sesuatu kepada Allah Ta'ala, apakah kita masih merasa ragu? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, kami mohon kepada Engkau, agar Engkau memelihara harta-harta kami dari kedoliman manusia. Karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Perkasa, tidak ada satupun yang dapat memudhoratkan Engkau. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa Allah Ta'ala akan memelihara segala sesuatu yang dia mohonkan pemeliharaannya kepada-Nya. Dan segala sesuatu yang telah dipelihara oleh Allah Ta'ala tidak ada yang dapat memudhoratkannya kecuali Allah Ta'ala sendiri yang berkehendak atau mengizinkan. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa akan menyerahkan pemeliharaan segala sesuatu yang baik hanya kepada Allah Ta'ala. Dan setelah dia serahkan, sedikitpun dia tidak merasa ragu dan khawatir, karena dia yakin bahwa Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Perkasa. Akan tetapi kitapun harus tetap berikhtiyar (berusaha), tetapi jangan sekali-kali bersandar dengan ikhtiyar tersebut. Dan apabila kita telah meminta dipelihara tetapi masih saja hilang, maka jangan sekali-kali kita berburuk sangka kepada Allah Ta'ala. Karena segala sesuatu yang kita miliki pada hakikatnya adalah kepunyaan Allah Ta'ala dan terserah Dia apakah ingin menghendakinya tetap pada diri kita atau ingin mengambilnya. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar dapat mempergunakan harta-harta kami hanya untuk ketaqwaan kepada-Mu. Serta lindungilah kami dari orang-orang yang akan menghalangi kami mempergunakan harta kami untuk ketaqwaan kepada-Mu. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila dia telah berikhtiyar dan berdo’a, maka dia akan menyerahkan hasilnya kepada Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Apabila dia telah bertawakkal secara penuh kepada Allah Ta'ala, maka apapun hasil yang diberikan oleh Allah Ta'ala dia terima dengan ikhlas. Bahkan andaikata Allah Ta'ala mengambil harta-hartanya yang tidak baik, dia akan menerimanya dengan ikhlas dan bersyukur. H.Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Muhaimin Apabila telah menjadi kholifah, ia selalu memelihara dirinya dengan pemeliharaan Allah dari segala sesuatu yang akan merusak aqidahnya, baik dari segi perkataan maupun perbuatannya, ia selalu memohon pemeliharaan kepada Allah, sehingga dengan demikian ia akan mencerminkan adanya pemeliharaan Allah dalam dirinya. Sedangkan terhadap sesama manusia, ia akan memelihara segala sesuatu yang dititipkan kepadanya dengan sekuat kemampuannya. I. Contoh do’a yang ingin meneladani Asma’ Al Muhaimin Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk memelihara segala sesuatu yang telah Engkau titipkan kepada kami. J. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Aziz Apabila ia telah menjadi kholifah, maka dia akan menyerahkan pemeliharaan atas segala sesuatu hanya kepada Allah Ta'ala, dan apabila ia telah menyerahkan atas segala sesuatu, maka ia tidak pernah takut apapun yang akan memudharatkan dirinya kecuali hanya takut kepada Allah Ta’ala. Sedangkan terhadap sesama manusia, dia memlihara apa yang dititipkan kepada dirinya dengan segala kemampuan. K. Contoh do’a yang ingin meneladani Asma’ Al Aziz Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu dalam memelihara segala sesuatu yang dititipkan manusia kepada kami, dan berikanlah kepada kami kemampuan untuk dapat melindunginya dari kedzoliman manusia.